Sekolah Ini Melarang Siswa Laki-laki Pakai Celana Pendek dan Menggantinya dengan Rok

Ketidaksetaraan gender saat ini masih menjadi masalah beberapa negara di dunia. Pria masih dianggap lebih tinggi derajatnya dari wanita. Hal itulah yang melatarbelakangi munculnya seragam sekolah bebas pada tahun 2017.

Banyak sekolah mendukung program tersebut untuk menyamakan gender. Bukan cuma itu, tujuan sebenarnya dari program ini adalah mengajak anak-anak memahami masalah kesetaraan gender dan memperlakukan siapa saja dengan sama.

Sekolah Ini Melarang Siswa Laki-laki Pakai Celana Pendek dan Menggantinya dengan Rok

Sekolah yang sudah menerapkan ajaran ini adalah Oxfordshire’s Chiltern Edge Secondary School (SMP Oxfordshire’s Chiltern), sekolah ternama di Inggris yang melarang siswanya memakai celana pendek.

Sebagai gantinya, siswa laki-laki di sekolah ini diminta memakai rok. Apakah adanya larangan tersebut sudah tepat?

Lalu, bagaimana cara yang benar mengajarkan kesetaraan gender dan derajat pada anak-anak di sekolah?

Melansir dari viralsection.com (6/6/2018), ada beberapa hal yang perlu kita tahu tentang SMP Oxfordshire’s Chiltern dan larangan memakai celana pendek bagi siswa laki-laki.

Pada September 2017, John Lewis memulai kebijakan 'seragam gender netral' kepada siswa

Menurutnya, misi utama dari kebijakan itu adalah menciptakan budaya penerimaan.

viralsection.com

John Lewis mengatakan, "anak-anak tidak terlahir homofobik atau diskriminatif, tapi mereka akan terpengaruh setelah tumbuh dewasa. Menurut saya, anak-anak harus tumbuh dalam kesetaraan sebelum stigma negatif muncul."

Tidak, tujuan utama kebijakan ini adalah memberi tahu kepada anak laki-laki dan perempuan bahwa mereka tidak punya perbedaan. Mereka juga akan belajar memiliki hak yang sama. Aturan memakai rok bagi anak laki-laki tidak diwajibkan.

Siswa SMP Oxfordshire’s Chiltern diminta memakai rok di sekolah jika mereka merasa cuacanya terlalu panas saat musim panas.

viralsection.com

Dalam aktivitas sehari-hari, siswa di sekolah ini mengenakan seragam celana panjang. Namun, perubahan aturan ini membuat beberapa siswa dan orang tua tidak terima. Beberapa waktu lalu, lima siswa dari akademi Isca di Exeter melakukan protes dengan meminjam rok dan memakainya ke sekolah.

viralsection.com

Mereka lebih senang memakai celana pendek saat musim panas, namun permintaan itu ditolak. Sementara berdasarkan kebijakan yang berlaku mereka harus memakai rok. Banyak di antara wali murid beranggapan, masih ada cara yang bisa dilakukan selain meminta anak laki-laki memakai rok untuk menyamaratakan gender.

Larangan mengenakan celana bagi anak sekolah terutama laki-laki saat ini masih dianggap kebijakan yang keterlaluan.
Sumber: travel.tribunnews.com

Postingan populer dari blog ini

Nama Lengkapnya Guru Di Pasuruan Ini Adalah Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila

Gaji Guru Honorer K2 Rp 200 Ribu, Ongkos Ojek Rp 10 Ribu

Siap-siap Pendaftaran CPNS 2018: Sudah ada 100 Ribu Lowongan Guru