Mendikbud Minta Anak Tak Dibebani PR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh....Bapak/Ibu dimanapun anda berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut informasi terupdate tentang Mendikbud Minta Anak Tak Dibebani PR
Diluar sekolah biarkan siswa bersosialisasi, menjenguk teman sakit, berkunjung ke saudara. Maka sebaiknya guru tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) ke siswa.
"Sekolah-sekolah sudah harus mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas. Guru tidak lagi membebani siswa dengan PR yang terkait mata pelajaran. PR siswa itu misalnya membantu orang tua, disuruh menjenguk temannya, atau hal-hal lain yang bisa membentuk karakter siswa menjadi lebih baik" jelas Mendikbud.
Kendati begitu, jika guru terpaksa memberikan PR maka yang ditugaskan harus sesuai dengan kemampuan anak dan materi yang baru dipelajari. Karena, kata Muhadjir, fungsi dari PR adalah untuk penguatan, pengayaan dan pengulangan materi pelajaran.
"Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis, itu memang dibutuhkan untuk membuat PR. Tidak cukup dituntaskan di sekolah,” jelas Muhadjir.(ati)
Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Tetap kunjungi situs kami di untuk mempebarui informasi anda.Kami akan senantiasa memberikan berita terbaru, teraktual, terpopuler, yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya.Terima Kasih atas kunjungan anda.Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Diluar sekolah biarkan siswa bersosialisasi, menjenguk teman sakit, berkunjung ke saudara. Maka sebaiknya guru tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) ke siswa.
"Sekolah-sekolah sudah harus mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas. Guru tidak lagi membebani siswa dengan PR yang terkait mata pelajaran. PR siswa itu misalnya membantu orang tua, disuruh menjenguk temannya, atau hal-hal lain yang bisa membentuk karakter siswa menjadi lebih baik" jelas Mendikbud.
Kendati begitu, jika guru terpaksa memberikan PR maka yang ditugaskan harus sesuai dengan kemampuan anak dan materi yang baru dipelajari. Karena, kata Muhadjir, fungsi dari PR adalah untuk penguatan, pengayaan dan pengulangan materi pelajaran.
"Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis, itu memang dibutuhkan untuk membuat PR. Tidak cukup dituntaskan di sekolah,” jelas Muhadjir.(ati)
Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Tetap kunjungi situs kami di untuk mempebarui informasi anda.Kami akan senantiasa memberikan berita terbaru, teraktual, terpopuler, yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya.Terima Kasih atas kunjungan anda.Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
